Sabtu, 22 November 2008

Tari Saman


Pendahuluan
Dalam berbagai manifestasi seni dinyatakan sebagai karya-karya seni rupa dan seni pertunjukan. Dalam bentuk yang bagaimanapun karya seni rupa, musik, tari, drama atau sastra, memiliki corak kehidupan batin manusia yang khas, dengan diberkati kepekaan perasaan estetis yang relatif untuk mengembangkan ide, motif atau tema karya seni selengkapnya .

Gagasan dalam karya seni, dicerminkan melalui kehalusan stylasi (gaya) dan kelembutan-kelembutan gaya yang abstrak, juga melalui susunan yang penuh kontrastik dengan ekspresi yang eksplosif dinamis, dalam perwujudan bentuk-bentuk visual; analisis auditef musikal; renungan filosofis dalam sastra; stylasi tari dan realisme drama . Kesemuanya itu diperuntukkan bagi keseimbangan kehidupan nyata maupun kejiwaan dalam mendambakan kesempurnaan dan kebahagiaan.

Berdasarkan pada bentuknya kesenian dapat dibagi atas 3 (tiga) kategori, yaitu seni rupa (visual art), seni pertunjukan (performing art) dan seni arsitektur . Kesenian dalam perwujudan kultural dengan sangat jelas memperlihatkan keanekaragaman tradisi di tanah air kita. Bisa dikatakan bahwa bukan saja kesatuan-kesatuan etnis-kultural atau suku-bangsa yang mempunyai kesenian yang berbeda antara satu dengan yang lainnya, bahkan terkadang komunitas-komunitas kecil memperlihatkan versi-versi yang berbeda dari bentuk dan perwujudan seni yang sama.

Secara keseluruhan tari itu dapat dibagi atas tiga kelompok besar , yaitu : Tari sepenuhnya, yang dapat dibagi atas dua golongan, yaitu : (1) yang tak mengandung cerita, (2) yang mengandung cerita. Tari yang terpadu dengan unsur seni lain : (1) terpadu dengan dialog, (2) terpadu dengan nyanyian, (3) terpadu dengan dialog dan nyanyian. Tari yang terpadu dengan permainan : (1) dengan akrobatik, (2) dengan demonstrasi kekebalan, (3) dengan sulapan.
Seni Tari

Belum banyak diketahui sejarah seni tari di tanah air kita. Dari sudut bentuk dan perwujudannya perkembangan tari di Indonesia dapat dibagi atas lima tahap (Sedyawati) , yaitu (1) tahap kehidupan terpencil dalam wilayah-wilayah etnik, (2) tahap masuknya pengaruh-pengaruh luar sebagai unsur asing, (3) tahap penembusan secara sengaja batas-batas kesukuan, sehubungan dengan tampilnya nasionalisme Indonesia, (4) tahap gagasan mengenal pengembangan tari untuk taraf nasional, dan (5) tahap kedewasaan baru yang ditandai oleh pencaharian nilai-nilai di dalam tari itu sendiri.

Ciri khusus tarian Indonesia menurut Claire Holt (1967) adalah terikat dengan tanah dan tidak menjauhinya, posisinya duduk, berlutut, membungkuk ataupun setengah membungkuk. Kaki dan tangan sama pentingnya. Barangkali pentingnya jari-jari ini adalah pengaruh dari India. Selendang juga sering muncul. Biasanya diletakkan di bahu dan dipegang oleh jari tangan.

Sulit untuk mengetahui kapan dan pada zaman apa seni tari muncul dan berkembang dalam suatu masyarakat. Bila kita menengok zaman komunal yang ditandai dengan ciri-ciri kehidupan masyarakatnya masih primitif dan masih menganut kepercayaan animisme, dinamisme serta tetomisme, hasil-hasil kebudayaan manusia yang ada sangkut pautnya dengan tari sulit dibuktikan. Meskipun demikian, bukan berarti bahwa manusia pada zaman inibelum mengenal kesenian. Meraka sudah mengenal keindahan sejak zaman batu.

Sesuai dengan apa yang kita ketahui bahwa tari merupakan bahagian daripada kesenian. Tari merupakan gerakan badan (tangan dsb) yang berirama dan biasanya diiringi dengan bunyi-bunyian (musik, gamelan dst) . Seni tari merupakan seni menggerakkan tubuh secara berirama, biasanya sejalan dengan musik. Gerakan-gerakan itu dapat dinikmati sendiri, pengucapan suatu gagasan atau emosi, atau menceritakan suatu kisah, dapat pula digunakan untuk mencapai keadaan semacam mabuk atau tak sadar bagi yang menarikannya. Kemungkinan-kemungkinan yang demikian itu, menjadikan tari sebagai ciri pokok pada kehidupan agama, masyarakat dan seni dalam kebudayaan pada umumnya .

Tari Saman
Suatu kesenian tradisionil yang dinamakan “saman” telah tumbuh dan berkembang di daerah Aceh Tengah khususnya dalam masyarakat Gayo. Alam Gayo terletak dipedalaman Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Tari saman sendiri lahir ± pada abad XIV, hingga saat ini masih terus berkembang dan tetap masih dalam bentuk aslinya, yang hampir pada setiap desa di daerah tersebut.Tarian saman ini diciptakan serta dikembangkan oleh seorang tokoh Agama Islam bernama Syeh Saman, sehingga nama tari tersebut serupa (sinonim) nama penciptanya sendiri. Tari saman adalah perkembangan dari seni tari yang asalnya diberi nama “Pok pok Ane” yaitu nyanyian sajak dengan iringan tepukan tangan, tepukan dada dan tepukan paha. Kemudian oleh Syeh Saman kesenian Pok pok Ane tersebut dirubah dan diperindah dengan berbagai ragam variasi. Ada gerakan tepuk tangan, tepuk dada, paha dengan tangan kanan dan kiri, berganti-gantian, sehingga lahirlah saman Uman Sara, Saman Manjik dan lain-lain.

Tari saman dapat digolongkan sebagai tari hiburan/pertunjukan, karena penampilan tari tidak terikat dengan waktu, peristiwa atau upacara tertentu. Dapat ditampilkan pada setiap kesempatan yang bersifat keramaian dan kegembiraan.

Saman biasanya dilakukan di rumah, lapangan dan ada juga yang menggunakan pentas. Penampilannya yaitu pada hari-hari besar, upacara perkawinan, hari raya dan lain-lain. Pertunjukan ini biasanya dilakukan pada malam hari, dan bisa berlangsung sampai pagi hari bila dipertandingkan.

Makna dan Fungsi
Tari saman merupakan salah satu media untuk pencapaian pesan (dakwah). Tarian ini mencerminkan pendidikan, keagamaan, sopan santun, kepahlawanan, kekompakan dan kebersamaan.

Syair saman sendiri dipergunakan dalam bahasa Arab dan Aceh. Sebelum saman dimulai yaitu sebagai mukaddimah atau pembukaan, tampil seorang tua cerdik pandai atau pemuka adat untuk mewakili masyarakat setempat (keketar) atau nasehat-nasehat yang berguna kepada para pemain dan penonton.

Lagu dan syair pengungkapannya secara bersama dan kontinu, pemainnya terdiri dari pria-pria yang masih muda-muda dengan memakai pakaian adat. Penyajian tarian tersebut dapat juga dipentaskan, dipertandingkan antara group tamu dengan group sepangkalan ( dua group ). Penilaian ditititk beratkan pada kemampuan masing-masing group dalam mengikuti gerak, tari dan lagu (syair) yang disajikan oleh pihak lawan.

Rengun sebagai pembukaan atau mukaddimah dari tari saman (yaitu setelah dilakukan sebelumnya keketar pidato pembukaan) adalah tiruan bunyi. Begitu berakhir langsung disambung secara bersamaan dengan kalimat yang terdapat didalamnya, antara lain berupa pujian kepada seseorang yang diumpamakan bisa kepada benda atau kepada tumbuh-tumbuhan. Berikut contoh sepenggal syair dalam saman;
Reno tewa ni beras padi, manuk kedidi mulu menjadi rempulis bunge.
Artinya:
Betapa indahnya padi disawah dihembus angin yang lemah gemulai. Namun begitu, burung kedidi yang lebih dulu sebagai calon penganten serta membawa nama yang harum.
Kalimat di atas tampaknya pendek, namun dalam saman variasi sehingga menjadi kalimat yang panjang. Lagu-lagu (gerak gerik tari), pada dasarnya adalah sama, yakni dengan tepukan tangan, dada dan tepukan di atas lutut, mengangkat tangan ke atas secara bergantian. Pebedaan antara lagu-lagu itu yaitu variasi tepukan dengan tangan, paha dan lainnya. Lagu itu harus berbeda dari tiap group. Setiap group harus memiliki puluhan lagu-lagu dengan nama yang bermacam-macam, seperti lagu tepuk tungel tepuk talu, dolo, kirep, rerep, kertek, uakni kemuh dan sebagainya. Pemakaian nama lagu-lagu ini tergantung dari lagu-lagu itu sendiri.

Perlengkapan Saman
Kostum atau busana khusus saman terbagi dari tiga bahagian yaitu:

Pada kepala: bulung teleng atau tengkuluk dasar kain hitam empat persegi. Dua segi disulam dengan benang seperti baju, sunting kepies.

Pada badan: baju pokok/ baju kerawang (baju dasar warna hitam, disulam benang putih, hijau dan merah, bahagian pinggang disulam dengan kedawek dan kekait, baju bertangan pendek) celana dan kain sarung.

Pada tangan: topeng gelang, sapu tangan. Begitu pula halnya dalam penggunaan warna, menurut tradisi mengandung nilai-nilai tertentu, karena melalui warna menunjukkan identitas para pemakainya. Warna-warna tersebut mencerminkan kekompakan, kebijaksanaan, keperkasaan, keberanian dan keharmonisan .

Penutup
Suku-suku bangsa di Indonesia dengan kebhineka tunggal ikaan, memberikan bentuk, warna dan isi tertentu pada masing-masing daerah. Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dengan beberapa suku bangsa yang mendiaminya salah satunya suku bangsa gayo termasuk kebhineka tunggal ikaan dalam bentuk mini dan hal seperti inilah yang memberikan kekayaan seni tari sebagai salah satu bahagian dari kekayaan bangsa Indonesia.

Gerak laju pembangunan, penerapan teknologi dalam era pembangunan negara dan bangsa tidak terlepas dari dampak negatif. Jika kita tidak menyadari sejak dini, maka akan dapat terjerumus kepada kepunahan sampai kehilangan kekayaan yang berharga, khususnya seni tari tradisional yang telah memberikan makna tersendiri.
Jelaslah bahwa tarian dan syair-syair yang terdapat dalam tari saman telah memberikan makna tersendiri bagi masyarakat penikmatnya. Arti gerakan-gerakan tangan, hempasan kaki, lenggak-lenggok badan, pandangan biji mata telah memberikan makna dan arti dari tarian tersebut.

Tari Saman merupakan penyampaian gagasan yang mengandung nilai-nilai pendidikan secara keseluruhan. Dengan demikian, tari saman berperan penting dalam kehidupan sosial budaya bangsa Indonesia. Dalam perspektif ini tari saman yang berkembang di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Suku Gayo khususnya dapat memberi sumbangan positif dalam kebudayaan masyarakat Aceh. terutama dalam kehidupan kesenian, bahasa daerah, dan adat istiadat daerah Aceh.

Selain itu, tari saman telah mampu memberikan sumbangan dalam bidang pendidikan moral dan bidang keagamaan. Dalam setiap penampilan, penutur lagu selalu menanamkan sifat-sifat baik, baik menurut pandangan moral maupun pandangan agama.

Ajaran moral dan agama yang terkandung didalamnya disampaikan secara tidak langsung maupun secara langsung. Secara tidak langsung yaitu pendengar lagu seakan-akan dipersiapkan untuk mengambil kesimpulan sendiri terhadap syair-syair yang didengarkannya, sedangkan secara langsung, yaitu penutur syair memberikan kesimpulan tentang arti dari syair yang dituturkan.

3 komentar:

garnis mengatakan...

ya ampuun..panjang aja artikelnya..

sapi-ra mengatakan...

banyak ya yang nulis ttg saman..

Alan Dermawan mengatakan...

kenapa anda tidak memasukkan foto anda selagi anda saman, saudari Astuti?